Controller ini memilih jalan aman: bentuknya familier, bisa dipakai di banyak perangkat, dan tidak aneh-aneh. Kami belum menguji sendiri unitnya, jadi penilaian ini merangkum halaman Xbox Indonesia dan hasil pengujian Medcom (pemakaian dua minggu) dan PCWorld (ulasan model AS 2020).
Ergonomi. Medcom menyebut bodinya ergonomis dengan tekstur titik di bagian bawah dan trigger. PCWorld menilai D-pad yang diperbaiki, bodi lebih ramping, dan port USB-C sebagai peningkatan dari model lama, plus tombol Share. Medcom mencatat D-pad berbentuk piring mudah menumpuk debu.
Respons dan tombol. Medcom tidak merasakan jeda saat bermain berbagai genre dan menilai tombol trigger cukup presisi untuk game balap. PCWorld menilai klik tombol baru terdengar lebih keras dan resistensi trigger bisa melelahkan jika ditekan lama.
Koneksi. Bisa terhubung ke PC lewat Bluetooth dan Android atau iOS. Medcom menyebut tombol Share langsung berfungsi di Windows 11. PCWorld mencatat tidak ada dongle USB di dalam kotak, dan koneksi ke Android lewat kabel USB-C berhasil di Android 12.
Baterai. Microsoft mengklaim hingga 40 jam dengan AA dan Medcom menuliskan klaim yang sama; kami tidak menemukan uji baterai independen. PCWorld menilai baterai AA sebagai kekurangan, karena rechargeable pack dijual terpisah.
Kesimpulan. Kalau kamu butuh controller yang bisa dipakai di Xbox dan PC (dan HP), ini pilihan yang aman dan resmi. Kalau kamu ingin baterai isi ulang bawaan atau mau kepastian isi kotak, cek dulu detail penjualan di toko.






